Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2016

,

The Real Vocational School. Kata-kata disamping merupakan jargon dari SMK Telkom Medan yang bakalan terlihat ketika mau masuk ke gapura SMK Telkom. Tulisan ku kali ini ditunjukkan untuk bagi kalian adek-adek yang mau masuk SMK Telkom Medan. Nah, untuk selanjutnya biar kalian nanti gak meraba-raba kalau mau dan niat masuk ke salah satu SMK telekomunikasi terbaik di Sumatera Utara bahkan se-pulau Sumatera. Untuk apa aku ngasih tahu ke kalian mengenai SMK ini? Karena SMK beda sangat dengan SMA. Kalau mau tahu gimana kehidupan SMA, ya sudah, gak perlu habis duit banyak untuk merasakan duduk dibangku SMA, cukup masuk SMP saja. Karena metode di SMP sebelas duabelas lah dengan di SMA. Tapi kalau kalian dari SMP (ya iyalaha masak ada SMPK (Sekolah Menengah Pertama Kejuruan)?) masuk SMK itu bakalan beda. Untuk itu ini yang perlu kalian ketahui :

Kamis, 17 Maret 2016

,

Setelah kemarin aku ngeposting, kali ini demi mendapat duit dari blog (cailah ngenes amat), mau gak mau aku harus ngeposting lagi. Postingan ku kali ini berhubungan dengan kondisi ku sekarang. Ya, karena aku adalah anak SMK yang berkubang di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, oleh sebab itu layakan lah aku untuk menuturkan beberapa cerita menjadi anak SMK. Mungkin ada yang sama dengan aku ceritanya? Langsung aja

Rabu, 22 Juli 2015

,
Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari ini sabtu hari pertama mos. Aku sama 2 srikandi-srikandi sekelompok ngeberantas hama wereng, eh gak deng. Kelompok kami namanya U Torrent. Adek-adek yang didalam aneh-aneh semua. Ada yang itam kayak pantat panci, ada juga yang tinggi putih kayak kuntilanak (padahal dia cowok). Di mos hari pertama ini, serasa kata kawanku kalau kayak kami lah yang di mos. Banyak juga yang bertingkat di luar kadar kemanusiaan. Adalah yang bertingkah hewani ada pula yang bertingkah nabati. Pas mos ini, banyak yang berpikiran bakalan bisa balas dendam. Tapi aku gak. Sesuai visi dan misi ku yang menjunjung tinggi rasa kepedulian, kemanusiaan, dan cinta kasih. Aku gak mau melanggar visi dan misi ku sendiri. Karena aku percaya, cinta bisa ngerubah batu jadi kerikil. Mau bukti? Lihat aja
,
Di akhir-akhir hidupku di kelas X, aku mau coba sesuatu yang greget yang bisa diingat nanti kalau udah tua (emang yakin sampe tua?) Ya... tahun ini aku daftar jadi kakak mos untuk ngemos anak baru yang bakalan berseliweran kayak nyamuk rangrang (semut kali rangrang) kesan-kesini kayak nyari kontrakan. But, perjalanan jadi kakak mos gak segampang ambil formulir, isi, lalu ngajuin CV (mau daftar kerja Do?). Ngak lah.... but, tapi ini benar. Seleksinya ketat kali. Kita minta form sendiri, isi sendiri, masak sendiri *eh ngak deng, lalu minta tanda tangan sama bapak waka kesiswaan. Bagaikan ngadep ke personalia bagian perusahaan berharap dengan gelisah (geli-geli basah) itu form ku di acc sama beliau. Oh yeah.....

Rabu, 01 Juli 2015

,
Masih terhenyak dengan kejadian 30 Juni kemarin hari ini kayak biasa aku pergi sekolah dari jalan yang gak biasa. Pulaknya jalan di blok sama polisi menuju ke sekolah. Udah cuma jalan ke sekolah hanya 1 yang paling dekat, ditutup pula, tapi gak apalah kalau untuk melancarkan tugas pihak berwajib dan aku harap semua korban (darat dan udara) bisa diketemukan dan keluarga bisa tabah apapun hasilnya. Dan aku berharap gak ada lagi peristiwa serupa. Kalau bisa sih alutista di negeri ini keluaran 2015 semua dan gak barang hibahan dari negara sebelah.