Tampilkan postingan dengan label Kritik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kritik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2015

,

Tulisanku kali ini terinspirasi dari orang-orang yang ada di Facebook yang menurut ku sebagian ada yang punya pengaruh baik, sebagian lagi hanya untuk eksis gak jelas dan kayak gak punya kehidupan di dunia nyata. Apa-apa aja tipe orang di Facebook? Cekibrot:
1.    Motivator
Ini adalah orang-orang yang suka nge-posting kata-kata mutiara ataupun yang buat orang lain kalau ngebacanya semangat. Dan pastinya dia bukan menyemangati dirinya sendiri.
2.   Orang Cerdas
Orang yang bertipe seperti ini paling disukai di dunia maya (Facebook) karena konten-konten di Fbnya berbau ilmu pengetahuan dan terkadang dia juga membahas hal-hal yang lagi trend di masyarakat namun ternyata hoax.
3.   Religius
Orang bertipe ini sering memposting hal-hal yang berbau agama dan bertujuan mensharingkannya kepada orang lain yang seagama dengan dia dan tidak ada niatan berbuat SARA.
4.   Sok Tahu
Nah, ini orang yang kebalikan dengan orang cerdas. Dia memandang segala sesuatunya hanya ‘sekali baca’ saja. Maksudnya dia menilai suatu berita hanya dengan melihat judul lalu membuat status tentang hal tersebut.
5.   Tipe Narsis
Orang yang beginian, tiada hari tanpa upload foto sendiri. Entah itu baru bangun atau lagi boker, mereka gak peduli, yang penting narsis.
6.   Tukang Curhat
Orang yang gak banget. Memang social media bisa dibuat curhat tapi bukan untuk konsumsi publik. Ya.... entah curhat ke teman lewat social media (message Facebook) baru boleh, nah ini masa lewat status. Aku yang ngebacanya aja risih. Ini orang gak ada kerjaan lain apa selain curhatan gak jelas. Mana itu likenya banyak pula.
7.   Tipe Hooligan
Orang bertipe ini sangat setia dengan idolanya, entah artis, klub olahraga, atau boy band. Mereka bisa meraih like yang begitu banyak hanya karena memposting hal sepele yang penting ada nama salah satu personel boy band tersebut maka itu akan di like oleh para likers yang juga ngeidolain boy band tersebut.
8.   Pacaran
Nah, orang ini yang bertipe seperti ini adalah orang yang merasa dunia milik berdua. Seolah-olah bijak tentang cinta padahal bullshit! Buat status tentang dirinya dan pacarnya seolah-olah seluruh dunia harus tahu padahal SMA aja belum tamat. Udah gitu pacarannya bukan dengan seumur, malah yang umurnya lebih jauh daripada dia.
9.   Travelinista
Orang yang beginian kerjanya traveling doang dan buat ngiri yang lain. Setiap daerah yang dia kunjungi pasti di upload atau sekedar update status doang semisal, “Lagi disini nih sama ini.”
10.   Tipe Eye Destroyer
Tahukan bahasa ALIEN dari negeri ALAY? Inilah orang-orang yang dibilang bocah gak juga, dibilang dewasa, bahasanya entah bahasa apa. Orang yang bertipe seperti ini perpaduan antara orang yang suka curhat tentang pacarnya sambil upload foto terus pakai bahasa ALAY. Kebayang gak gimana worthnya beranda kalian diisi orang-orang yang seperti ini? Dan diperparah lagi malahan ada cowok yang ikutan pakai bahasa ini.
11. Tipe Junker
Orang seperti ini tiada hari eh... bukan hari, tapi jam bahkan detik nge-posting status tentang apapun yang dia lakukan. Sepenting apa emangnya bagi orang lain kalau dia memposting tentang dirinya yang terkenal aja gak?
12.  Tukang Jualan
Tahukan tukang jualan di pajak? Kayak ginilah mereka. Apa-apa asal buat status, pasti mereka yang pertama nge-comment dengan jualan-jualan aneh mereka. Mulai dari peninggi badan sampai memperpanjang bulu ketek.
13.  Like Hunter
Salah satu orang yang paling dibenci di Facebook. Mereka menggunakan Facebook sebagai sarana kutuk-mengutuk dan ruang doa ‘maya’. Giamana gak, mereka membuat postingan yang ‘mengharuskan’ seseorang ngelike postingan tersebut agar masuk surgalah, agar gak kena kutuklah. Hello.... hal kampungan dan klenik milik nenek moyang mu gak usah dibawa-bawa ke era teknologi inovasi saat ini. Bawa aja ke kampungmu!
14.  Tukang Tag
Orang ini hanya punya dua motivasi, biar yang lain tahu dan biar yang lain ikut ngelike. Orang ini senantiasa memenuhi dinding profil kita dengan jualan ataupun status bahkan foto mereka yang sedikit pun gak berhubungan dengan kita. Orang ini bisa dikatakan salah satu tipe junker.
15.  Provokator
Orang ini paling pandai cari masalah dan pendukung biar masalahnya makin besar. Biasanya ikut mencampuri urusan kelompok dan agama orang lain dan cenderung bukan orang yang berpendidikan dan biasanya penggangguran kurang kerjaan.
16.  Tipe Gamer
Menggunakan FB hanya untuk bermain game dan dindinganya hanya dipenuhi notifikasi game yang dimainkannya. Dan tak jarang pula orang ini sangat bikin geram dengan notifikasi mereka yang mengajak teman-teman lainnya bermain game yang dia mainkan. Kalau aku langsung unfriend orang tersebut.
17.  Tipe Pemaksa
Orang yang seperti ini biasanya meminta temannya yang lagi online untuk nge-like status terbarunya. Ya... kalau emang itu status bagus, pasti like nya banyak. Biasanya orang yang meminta statusnya dilike hanya ada dua gendangnya, kalau gak statusnya buruk sehingga sepi peminat ya karena dia gak punya banyak teman.
18.  Tipe Adding
Orang ini suka punya banyak teman tapi yang dia kenal hanya 10-20 orang dan selebihnya hanya untuk memenuhi notifikasi dan biar keren dilihat orang kalau banyak temannya. Padahal biasa aja.
19.  Multi-account
Orang yang nama FB nya ditandai dengan kata PART di belakangnya. Entah kenapa ada banyak akun mereka. Kemungkinan lupa password karena masih gaptek saat itu atau memang karena pingin eksis dengan banyak akun.
20. Tipe Zombie
Tahukan zombie? Orang mati yang hidup lagi? Ini lah mereka. Tapi bukan orangnya benar-benar mati lalu dibangkitkan lagi pakai edotenseinya Orochimaru. Ini adalah akun mereka yang sekian lama udah gak aktif tapi tiba-tiba aktif lagi dan kemudian membuat sesuatu yang gempar. Entah itu karena dia kepedesan makan sambal sebotol atau lupa minum setelah makan.
Itulah 20 tipe-tipe orang di Facebook. Kalau ada yang tersingung, saya mohon minta anda segera berubah. Jadikan Facebook itu tempat yang sepantasnya bukan sesuka hati kayak gak punya etika dan pendidikan.

Selasa, 26 Agustus 2014

,

Di kurikulum 2013 kita sering mendengar guru hanya sebagai fasilitator dan kita murid harus aktif seaktif-aktifnya sampai guru itu gak aktif lagi. Namun istilah “Guru sebagai Fasilitator” sering kali disalah gunakan bahkan disalah artikan oleh guru-guru yang sama sekali SDM nya lebih rendah daripada murid-muridnya. Mereka pikir dengan adanya kurikulum 2013 tugas mereka lebih ringan, padahal tidak sama sekali! Pikirkan hal ini, jika kalian para guru hanya membiarkan kami untuk mencari informasi dari internet misalnya dari Bang Google atau Kak Wiki tanpa adanya bimbingan dari kalian, mau jadi apa bangsa ini? Apakah kalian mau melihat bangsa ini dipimpin oleh pemimpin berpaham liberal komunis dan otoriter? Apa kalian mau melihat murid-murid kalian seperti Stephen Hawking yang pintar namun cukup bodoh untuk hidup?
Guru seharusnya bisa menjadi teladan bukan hanya dalam ilmu eksak saja namun juga dalam attitude yang baik. Jika memang anda adalah fasilitator yang baik, anda mengarahkan, membimbing, mengajari, dan mengkoreksi setiap yang dikerjakan oleh peserta didik anda! Bukan malah mencaci, memaki, bahkan memainkan fisik anda yang sudah renta itu! Ingat, zaman berganti dan seiring itu pergantian sifat manusia juga berganti secara massive! Jika di zaman anda dulu mengajar dengan kekerasan adalah hal biasa, karena bangsa ini masih dalam masa transisi serta berusaha memberantas kebodohan. Jika tidak dengan gada ya mati, itulah pendidikan zaman dahulu. Namun zaman sekarang beda! Manusia semakin bergerak aktif bukan pasif! Anda mainkan saja fisik renta anda pada kami para peserta didik, itu membekas di hati kami (untung aja gak ada yang sampai dendam kesumat, kalau gak mati tuh guru disantet *ups) :p Untung saja tidak ada yang memvideokan anda sedang memukul murid anda, kalau ada, HA! Siaplah karirmu wahai sang fasilitator untuk mendekam di balik trali besi!

Jumat, 22 Agustus 2014

,
Kembali kita membicarakan soal pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia tak pernah lepas dari yang namanya MOS/Ospek dan sejenisnya. Tradisi yang “katanya” untuk mendidik mental calon peserta didik ini tak tahu kapan dimulai, oleh siapa, dan dimana. Karena tidak diketahui siapa pencipta, kapan dibuat, dan dimana dibuat, maka jangan lagi kita katakan ini sebagai tradisi! Katakanlah ini sebagai latihan yang terkesan main-main! Kenapa? Pertama, lihat dari bobot acara (MOS/Ospek) ini. Apakah mendidik? Iya bisa jadi (Udah kaya main E*t B*laga aja) Namun didikannya itu terkesan kurang ajar dan seolah-olah si senior itu seperti orang gila yang marah-marah meneriaki tembok. Sekencang apapun suaranya, pasti balik ke kuping dia.
MOS, ospek, dan senioritas kata yang sulit dihilangkan ketika awal tahun di suatu jenjang study. Kadang ada senior yang baik kadang ada yang kayak knalpot kopong, ngerocos aja kerjanya kayak gak pernah di lem aja tuh mulut :p Lalu ada aja senior yang bilang tujuan MOS itu untuk ngelatih mental. Tapi kok ngelatih mental pakai acara bentak-bentak segala? Itu ngelatih mental atau mau buat orang sakit hati? Let your self think it once again brada! Melatih mental yang baik bukan dengan cara bentakan dan caci serta makian dari mulutmu yang bau itu! Melatih mental yang baik adalah melatih dengan ilmu agama dan itu sudah lebih dari cukup.

Rabu, 20 Agustus 2014

,
Indonesia, negeri dengan sejuta kekayaan dan keindahan bersama rakyat yang dikatakan seluruh dunia sebagai rakyat yang terbuka, santun, serta rukun. Namun keindahan surga Indonesia hilang bak debu ditiup angin semenjak para serigala bedebah masuk negara ini. 350 tahun Indonesia dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang, Indonesia terus berbenah dari yang terpuruk dalam kekangan bangsa-bangsa keparat menjadi terbebas dan lepas hingga merdeka. Hampir 68 tahun negeri ini merdeka namun masih saja para bedebah bangsa ini tinggal di negeri ini. Bak seorang pelacur yang memamerkan tubuhnya ke semua orang, begitulah mereka. Walau seluruh noda hitam dalam dirinya diketahui masyarakat, seperti anak kecil yang tak berdosa mereka masih berani mengatakan, “bukan aku!” Apa yang mereka inginkan dari negara ini? Harta? Tahta? Atau wanita? Apa mereka tidak pernah berpikir bagaimana sejarah bangsa ini? Beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang mati demi bangsa ini namun apa yang mereka lakukan kini? Bukan hanya harta yang mereka rengut tapi juga kehidupan bangsa ini.
Para serigala sekarat pembawa mau hanya bisa tidur diatas uang rakyat, penindas rakyat menganggap hidup rakyat seperti kotoran. Mulai dari Soeharto penghianat hingga antek-anteknya tak henti-hentinya membunuh bangsa ini. Apa yang telah ia lakukan? Banyak! Ia membunuh harapan anak-anak bangsa ini, ia menjatuhkan harga diri bangsa ini, ia membuat Pancasila dan Garuda tak berarti. Namun dengan semangat para pejuang negeri ini, kita berani bangkit, kita berani angkat senjata dan bicara namun kita bukan melawan para penjajah tapi melawan sebuah rezim kekejaman yang kembali menumpahkan darah anak negeri ini.
,
Indonesia, negara dengan sejuta keindahan dan dengan sejuta potensi di alam maupun di masyarakatnya. Namun itu semua terkadang bisa dinikmati terkadang tidak bisa dinikmati. Semisalnya saja pendidikan di negara ini. Bukan hanya karena semerawutnya bangsa ini, tapi juga semerawutnya beberapa guru. Sebagai contoh, di sekolah sangat dilarang yang namanya merokok, apalagi merokok di depan muka guru. Kalau gak di SPO ya di suruh merokok 8 batang sekaligus. Namun peraturan itu seolah-olah lucu-lucu belaka. Mengapa? Lihat guru nya! Mereka melarang murid merokok namun di depan murid-muridnya mereka merokok seolah-olah merokok itu nikmat dan bagaikan di surga dunia.
Memang murid-murid di negeri ini tidak bodoh tapi perlu contoh yang baik dan benar pula! Dari kejadian itu saja kita sudah bisa melihat bahwa tidak adanya keadilan di sekolah terlebih-lebih di depan para penerus bangsa. Ya kalau peraturan dilarang merokok bagi siswa, para guru juga harus bersikap bijaksana dengan tidak merokok di depan murid-murid! Kan gak etis kalau ada guru yang merokok di depan muridnya lalu si murid tempeleng kepala guru lalu ngehukum si guru dengan merokok 2 bungkus sekaligus.
Selain itu juga, banyak guru-guru yang sama sekali tidak memiliki semangat mengajar (udah kayak cabe-cabean galau aja) dikarenakan ada satu orang murid yang mengulah. Katanya guru, ya harus profesional dong. Kalau hanya satu yang mengulah, kenapa yang lain harus kena? Memang anda manusia, tapi sayang kemanusiaan anda terkadang melewati zona teritorial laut Indonesia!
Contoh kasus yang lainnya adalah pemukulan/cubit mencubit (udah kayak KDRT aja :p). Di kasus ini sering kali guru bilang, “Sebesar-besarnya marah ku, lebih besar lagi sayang ku sama mu” (Eittt dah.... udah kayak orang pacaran aja) :p Logikanya dimana? Kalau di matematika – ketemu + hasilnya -. Jadi kalau kita analogikan marah = - dan sayang = + berarti guru tadi bukan sayangnya yang besar tapi benci dan kekesalannya! Satu lagi, guru juga sering bilang, “Itu cubitan sayang bukan cubitan marah.” Hellowww!!!! Think again teachers! How come you love someone but you pinch him? You should go to psychiatrist!

Mungkin itu aja yang mau kukasih tahu buat guru-guru disana yang masih menganggap anak-anak didiknya sebagai pengkhianat bangsa. Kami ini murid yang mau belajar bukan romusha yang salah sikit langsung tembak. Sekian dari saya untuk murid ke guru-guru sekalian ;)